Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

RSS

Aku pun Bisa (Tanpa Kamu)

Awalnya aku fikir, aku tidak bisa hidup tanpamu.
Tidak bisa, barang sekali saja tidak mendengar suaramu.
Tidak bisa, barang sekali saja tidak meng-SMS mu.
Karena mungkin tanpa sadar aku telah banyak bergantung kepadamu.

Bahkan dulu sebelum memulai hubungan denganmu pun, aku selalu meyakinkan diriku bahwa aku tidak akan bergantung pada siapapun.

Tapi, ternyata aku keliru. Kehadiranmu disetiap hariku telah mengubahku menjadi sosok yang hanya tertuju kepadamu. Sampai aku tidak bisa membayangkan jika aku harus tanpamu kelak.

Semakin lama aku semakin saja bergantung padamu dan menganggap hanya kamu pusat duniaku.

Namun, tiba-tiba semuanya berubah. Ketika kamu mengatakan "aku menyukai orang lain, kita akhiri saja hubungan ini."

Duniaku runtuh seketika, karena pernyataan yang keluar dari bibirmu itu selalu terngiang difikiranku. Bagai alarm yang akan berhenti berbunyi jika sang-empunya mematikan alarmnya.

Bagaimana bisa? Kamu yang membuatku menjadi seseorang yang hanya  bergantung kepadamu, menjadikan kamu pusat duniaku, harus pupus begitu saja. Hanya karena kehadiran orang lain yang membuatmu tertarik?

Aku tidak ingin percaya, tapi seperti itulah kenyataannya.
Kenyataan dimana aku harus sadar, bukan kepada kamu-lah seharusnya aku bergantung. Dan bukan kamu pula-lah yang seharusnya menjadi pusat duniaku.

Jika kamu fikir, aku akan mengemis-ngemis memintamu untuk tetap bersamaku.
Jika kamu mengira aku tidak bisa tanpamu.
Kamu salah besar, sayang.

Karena keputusanmu itu telah menyadarkan aku pada satu hal.
Bahwa bukan hanya kamu satu-satunya lelaki  yang tersisa di dunia ini.

Jikapun aku harus kehilanganmu, setidaknya aku tidak akan bersedih berkepanjangan.
Air mataku ini  terlalu berharga jika untuk menangisi kamu, yang mirisnya lebih memilih orang lain yang membuatmu tertarik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Pages