Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

RSS

Semenjak Hari Itu. . .

Hari dimana kamu pergi adalah salah satu hari yang mungkin berat -yang pernah dilalui- bagiku.

Pada saat kita memutuskan untuk berpisah bukanlah hari itu, karena kita sama-sama meyakinkan bahwa itu memang yang terbaik.

Sampai akhirnya hari itu tiba...

Hari dimana kamu pergi dan hari dimana mereka selalu mengulang-ulang mengatakan padaku kata "yang tabah", hal-hal semacam itulah.

Sedangkan aku?

Pada hari itu aku tidak tahu, harus menangiskah atau berpura-pura tidak tahu atas apa yang telahku dengar?

Itu sungguh pertama kalinya untukku.

Tapi jelas bukan pertama kalinya aku ditinggalkan.

Hanya rasanya denganmu berbeda, entah karena kita pernah dekat atau masih ada sisa tentang dirimu di dalam diriku?

Hari setelah hari itu kekosongan selalu menghampiri di setiap detik dan menitnya.

Kekosongan itu membawa dirimu ke dalam ingatanku -menguncinya seakan-akan kamu memiliki peran penting dalam hidupku yang kemudian hilang tak berbekas-

Namun, seiring berjalannya waktu...

Entah karena kesibukan atau aku yang perlahan mulai mengikhlaskan, kamu mulai menghilang samar-samar dalam ingatanku.

Aku tak lagi sedih ketika ada hal kecil yang mengingatkanku tentangmu.

Aku tak lagi membuat diriku terlihat begitu menyedihkan karna kehilangan kamu.

Hanya saja hatiku -setidaknya untuk saat ini- masih belum dapat kumengerti.

Ia terasa begitu kosong dan terisi disaat yang bersamaan.

Hingga membuatku lupa bagaimana caranya membuka jalan hatiku untuk oranglain.

Semenjak hari itu, hidupku tak sama lagi...

Anehnya aku lebih mencintai diriku sendiri dan membuat keheningan adalah nikmat yang harus disyukuri -setidaknya untuk saat ini-.

(AR)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Pages